iklan

SISWASISWI. ID, TANJUNGPANDAN — Pada beberapa hari lalu, para siswa-siswi perwakilan dari SMPN 7 Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, berkesempatan mengunjungi Seniman dan Musisi Belitong, Shofwan AR.

Perwakilan siswa siswi SMPN 7 Tanjungpandan ini, berasal dari sebuah wadah seni yaitu GSMS.

Adapun kegiatan GSMS atau kepanjangan dari Gerakan Seniman Masuk Sekolah SMP N 7 Tanjungpandan ini, sudah menampung minat dari banyak siswa.

Sedangkan tujuan dari GSMS ini, adalah membentuk pendidikan berkarakter, penjiwaan terhadap seni, serta penanaman akhlak mulia melalui media seni.

Adapun siswa-siswi yang mewakili GSMS ini, untuk bertemu dengan Bapak Shofwan, adalah 4 orang putra dan 3 orang putri.

Saat itu, usai sholat zhuhur dan makan siang, perwakilan siswa siswi SMPN 7 ini, bergegas menuju tempat dimana Pak Shofwan sudah menunggu.

Hal itu, setelah sebelumnya menyatakan maksud dan tujuan berkunjung kepada beliau. Beliau pun dengan senang hati menceritakan dan menjelaskan bagaimana pengalaman beliau dimasa mudanya.

Beliau adalah pencipta beberapa lagu daerah Belitong, yang sangat kental akan kearifan lokal.

Karya Pak Shofwan ini, antara selain lagu Berage, lagu Mentandik , Begalor, Nyirok nanggok, Pulauku Belitung, dan lagu Kembang Melati, yang merupakan permintaan dari Bupati Belitung dikala itu.

Lalu, Beliau juga pernah mengenyam pendidikan agama. Tetapi memutuskan untuk menjadi guru dan mengajar di Sekolah Nasional. Lalu juga, beliau mengajar di Desa Terong.

Beliau ini, sempat mengenyam pendidikan, di Universitas Guru luar biasa. Lalu, beliau kmbali ke Belitung untuk mendirikan SDLB.

Beliau juga bercerita, bahwa mencari murid kala itu luar biasa sulitnya.

“Murid pertama saya kala itu adalah seorang gadis cilik. Lulus tahun 1989,” ungkap Pak Shofwan.

Diceritakannya lagi, bahkan beliau sampai mengurus sekolah gadis tersebut ke Jakarta. Dimana gadis itu, adalah murid SDLB pertama, di Indonesia.

“Saya ingin menjadi guru yang spesial, saya suka itu, ” tutur beliau, saat ditemui, Kamis 20 September 2018, yang lalu.

Lalu perwakilan siswa-siswi itupun membahas tentang lagu Berage, lagu yang menjadi materi utama mereka.

“Pak, inspirasi yang bapak dapat untuk membuat lagu Berage itu apa pak?” tanya seorang siswa.

Beliau menjawab, bahwa inspirasi itu berawal ketika saat beliau pulang dari mengajar. Saat itu, beliau bertanya kepada ibunya. “Mak, ikam lah berage ke?”.

Maka dari situlah beliau terinspirasi. Lalu beliau pun berkonsentrasi untuk membuat lagu tersebut, sambil memikirkan cara menyanyikannya, lalu cara menuliskannya.

Adapun proses membuatnya, kurang lebih selama 15 hari.

Selesai bertemu dan bersilaturahmi dengan beliau, para siswa-siswi pun berpamitan kepada beliau.

Adapun pelajaran moral dari Pak Shofwan adalah, Ini adalah sebuah ilmu pengetahuan, yaitu seni. Kalau menurut ilmu pengetahuan, seni itu ilmu tertua. Apapun ilmu pengetahuan itu, pertama, di kepala dan kedua, di hati.

“Otak untuk berpikir, meliputi kecerdasan intelektual, kalau hati utk merasakan. Kalau dua-duanya bersatu, Insyaallah kalian bisa cerdas semua,” pungkas beliau.

Laporan: Laura Salsabila

iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>